Waktu Pertama

Blog Yang Memberikan Tulisan Informasi

Menu
  • Bisnis
  • Cantik
  • Finance
  • Gaya
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Tekno
  • Travel
Menu

Tag: Mobil Listrik

Lihat Rincian Mobil Listrik di G20, Rombongan VVIP Pakai Genesis G80

Posted on Agustus 31, 2022 by admin

Sejumlah produsen telah sepakat mendukung gelaran KTT G20 di Bali dengan cara menghadirkan mobil listrik.

Nantinya kendaraan listrik itu bakal dijadikan sebagai kendaraan resmi selama pertemuan berlangsung.

Acara G20 tersebut dijadwalkan bakal berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022.

Dalam gelaran tersebut, pemerintah Indonesia bakal menggunakan kendaraan listrik sebagai moda transportasinya.

“Ada beberapa jenis mobil, motor, dari Genesis, ada juga dari Hyundai, ada juga Wuling, ada juga Lexus ada juga motor-motor jadi ada beberapa jenis,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dikutip dari Antara.

Mobil listrik yang bertugas di G20 itu antara lain adalah Genesis G80, Hyundai Ioniq 5, Lexus UX300e, Wuling Air EV dan lainnya.

Nantinya beberapa kendaraan listrik ini memiliki tugasnya masing-masing.

Dilansir dari Antara, 123 unit mobil listrik Genesis G80 bakal dipakai untuk rombongan VVIP.

Lalu 246 unit Hyundai Ioniq 5 bakal digunakan untuk menumpangi delegasi yang datang di gelarang G20.

Selanjutnya, untuk ‘lead car’ pemerintah Indonesia bakal menugaskan Hyundai Ioniq sebanyak 124 unit.

Sedangkan mobil listrik premium Lexus UX300e bakal disiapkan sebanyak 123 unit untuk pengamanan.

Tak hanya itu, ada juga 290 unit kendaraan motor untuk patroli pengawalan.

Sementara itu, sebanyak 300 unit mobil listrik Wuling Air EV bakal bertugas sebagai kendaraan operasional sepanjang gelaran KTT G20.

Sementara itu ada satu negara yang disebut akan menggunakan 15 mobil listrik yang terdiri dari 10 rangkaian VVIP dan 5 rangkaian untuk pasangan kepala negara/pemerintahan.

Namun laporan itu tidak menjelaskan merek kendaraan listrik apa yang digunakan.

Ada satu nama yang ketinggalan, yakni Toyota bZ4X.

Mobil listrik tersebut dipastikan bakal menjadi kendaraan resmi di KTT G20 2022.

Namun dalam laporan ini, tidak diketahui tugas apa yang diambil oleh Toyota bZ4X.

ANTARA Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Pandemi, Perang Rusia dan Nasib Target Ekonomi Hijau Indonesia Emas

Posted on Agustus 29, 2022 by admin

Pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina membuat target Indonesia Emas pada 2045 membubung tinggi.

Ekonomi hijau sebagai satu dari enam rencana strategis transformasi ekonomi yang sudah dibuat tak hanya menjanjikan peluang-peluang, tapi juga tantangan yang diakui sangat berat.

Seperti diketahui, ketika berusia 100 tahun nanti, dengan proyeksi bonus demografi yang didapat saat itu, Indonesia menargetkan sudah akan menjadi negara maju dengan pendapatan domestik bruto terbesar ke lima di dunia.

Target Indonesia Emas dibuat dengan asumsi awal pertumbuhan ekonomi nasional dijaga lima persen per tahun.

“Tapi, setelah ada pandemi lalu krisis, perang, ternyata ga bisa …pertumbuhan ekonomi harus lebih tinggi lagi, butuh sekitar enam persen per tahun, dan tentunya ini tidak gampang,” kata Direktur Lingkungan Hidup di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Medrilzam.

Medrilzam mengungkap itu dalam dialog Think Climate Indonesia Forum yang diikuti online pada Kamis lalu, 25 Agustus 2022.

Seri kedua forum itu membahas pemutakhiran dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia untuk mewujudkan ketahanan negara Indonesia terhadap dampak perubahan iklim.

Menurut Medrilzam, Indonesia harus membuat transformasi ekonomi secara struktural dan lompatan-lompatan besar daripada yang sudah dirancang sebelumnya.

Dia merujuk kepada enam rencana strategis yang sudah dibuat untuk target pertumbuhan ekonomi 6 persen per tahun.

Satu di antaranya adalah ekonomi hijau.

“Di Bappenas, NDC diterjemahkan dengan pembangunan rendah karbon dan pembangunan berketahanan iklim.

Keduanya menjadi backbone ekonomi hijau,” tuturnya.

Dia membeberkan target penurunan gas rumah kaca pada 2024 yang sebesar 27,3 persen dengan intensitas emisi per satuan ekonomi pada tahun yang sama diharapkan sudah ditekan sebesar 31,6 persen.

Lalu, net zero emission pada 2060 atau lebih cepat daripada itu.

“Target ini harus diakui very, very ambitious.

Butuh reforestasi besar-besaran.

Butuh perubahan besar dalam pembangunan kita,” katanya sambil menambahkan, “Tapi harus kita coba.

Harus ada kolaborasi semua kementerian dan lembaga, horizontal maupun vertikal, dan didukung stake holder di luar pemerintah.” Dalam kesempatan itu, Medrilzam juga mengungkap kalau Bappenas baru saja meluncurkan Indeks Ekonomi Hijau sebagai sebuah alat ukur yang bisa digunakan untuk menentukan seberapa jauh keberhasilan pembangunan ekonomi hijau yang dilakukan.

Peluncuran alat ukur itu dilakukan dalam sebuah side event G20 di Bali pada awal bulan ini.

Dari indeks tersebut diklaim kalau tren performa ekonomi hijau Indonesia membaik.

Tapi itu hanya dari indikator ekonomi dan sosial.

Tren performa dari indikator lingkungan ditunjukkn Medrilzam masih ketinggalan dibandingkan keduanya.

“Ini adalah alat ukur pertama kita, first attempt, tapi dari sini saja sudah jelas there are alot of things to do untuk isu lingkungan,” kata dia.

Medrilzam merinci sejumlah tantangan mewujudkan ekonomi hijau, antara lain investasi dengan nilai yang sangat besar untuk pendanaan efektif kegiatan rendah karbon.

“Pernah kami menghitung, itu bisa sampai 3-5 persen PDB,” katanya.

Lalu langkah meninggalkan batu bara atau menutup seluruh PLTU yang dikenal sebagai pembangkit energi yang kotor juga menghadirkan tantangan transfer teknologi dan inovasi yang rendah karbon.

Selain juga ada risiko aset yang bakal terbengkelai lebih cepat (stranded asset) dari aset yang sudah terbangun–karena tak ramah perubahan iklim.

Dialog TCI Forum, Kamis, juga menghadirkan I Wayan Susi Dharmawan, peneliti di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dia menguatkan kebutuhan investasi yang sangat besar untuk tranformasi ekonomi Indonesia menjadi ekonomi hijau saat ini.

Hal itu, Wayan menjelaskan, karena sektor energi Indonesia masih bergantung kepada sumber karbon intensitas tinggi.

Lalu, pertumbuhan jumlah kendaraan sektor transportasi masih sangat tinggi, termasuk juga subsidi yang diberikan untuk konsumsi BBM-nya.

Tingginya pertumbuhan penduduk dan negara yang masih tergantung banyak kepada impor juga disebutnya sebagai penyebab tingginya ongkos yang harus disiapkan.

Nilai investasi yang dibutuhkan semakin besar lagi karena pembiayaan perubahan iklim dari sumber dalam negeri yang dinilai Wayan belum optimal.

“Rata-rata itu kami hitung butuh sekitar Rp 266 triliun per tahun sampai 2030,” katanya.

Adapun riset di BRIN yang berkontribusi dan relevan terhadap capaian NDC, menurut paparan Wayan, mencakup sektor kehutanan, energi dan limbah.

Riset sektor kehutanan untuk NDC adalah akselerasi pertumbuhan dan perlindungan tanaman untuk mendukung perannya sebagai penyerap emisi karbon.

Sedangkan riset sektor energi mencakup, antara lain, motor dan mobil listrik, serta pemanfaatan negeri alternatif, juga efisiensi pembangkit.

Untuk riset sektor limbah adalah pengurangan emisi metana sebelum ke tempat pembuangan akhir.

Dari seluruh riset tersebut, Wayan menambahkan catatannya, harus memiliki aplikabilitas tinggi, efisien dan efektif, bisa diterima sosial budaya masyarakat, “dan sesuai dengan kebijakan dan regulasi nasional.” Sementara, Direktur Eksekutif PATTIRO, Bejo Untung, menekankan untuk mendorong seluruh target dan kebijakan yang dibuat serta riset yang sudah dikembangkan menjadi inklusif.

“Bisa ditangkap di tingkat subnasional, di daerah-daerah, bahkan komunitas dan lingkup tapak, sehingga aksi-aksinya bisa lebih massif,” ujarnya.

Bejo juga mengajak kepada lembaga lain termasuk yang tergabung dalam Think Climate Indonesia Forum untuk mengawal janji atau target pembangunan rendah karbon dan pembangunan berketahanan iklim yang sudah dibuat pemerintah.

“Pastikan pembangunan rendah karbon itu jangan sampai sekadar jargon,” katanya.

Selain PATTIRO, yang lainnya dalam TCI Forum adalah Inobu, WRI Indonesia, Kemitraan dan KotaKita.

Mereka antara lain menggelar kolaborasi aksi iklim dengan proyek risetnya masing-masing.

Produksi SUV listrik Porsche Macan Bakal Digeber 80 Ribu Unit Lebih

Posted on Agustus 22, 2022 by admin

Volkswagen mengejar target produksi lebih dari 80 ribu mobil listrik SUV Porsche Macan, seperti pada versi mesin bensin.

Prototipe Porsche Macan listrik telah terlihat diuji beberapa kali.

Produsen mobil sport Porsche dilaporkan mengandalkan pengujian dunia nyata dan virtual untuk mempercepat pengembangan Macan listrik, terutama dalam mempertajam sisi aerodinamika.

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.

Akhir Pekan Seru Menguji Kendaraan Listrik di GIIAS 2022

Posted on Agustus 13, 2022 by admin

Akhir pekan ini Anda mungkin ingin menikmati pengalaman liburan yang sedikit berbeda.

Anda dapat mengunjungi pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Di sini, Anda dapat melihat sekaligus mencoba berbagai kendaraan listrik di area khusus yang diberi nama EV Test Track di Hall 10.

Total terdapat 13 merek kendaraan listrik yang bisa langsung dicoba sebelum memutuskan untuk membelinya.

Meski terdapat beberapa di antaranya yang belum resmi diluncurkan dan hanya berupa kendaraan yang diperkenalkan, namun ini adalah momentum untuk merasakan dan membandingkan kendaraan yang tepat.

Beberapa model kendaraan listrik yang bisa dicoba antara lain Hundai Ioniq 5, Wuling Air EV, Kia EV6, atau sepeda motor merek baru Alva.

Anda tidak perlu bingung kalau ini adalah pengalaman pertama mengendarai kendaraan listrik, karena di lokasi sudah disediakan tenaga berpengalaman dari masing-masing APM yang akan menemani sekaligus memberikan penjelasan tentang kendaraan listrik.

Nah enaknya lagi, test drive di sini tak perlu khawatir kepanasan atau kehujanan.

Sebab, EV Test Track ini berada di dalam Hall 10, di dalam ruangan, yang pasti ada AC dan terlindung dari dari sinar matahari maupun saat hujan turun.

Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo, Rizwan Alamsjah, menjelaskan bahwa area EV Test Track didesain sedemikian rupa untuk menonjolkan kelebihan kendaraan bermotor berbasis baterai.

“Arena EV Test Track didesain dengan trek yang akan menyoroti kemampuan kendaraan listrik, agar para pengunjung mendapatkan pengalaman langsung berkendara dengan kendaraan listrik, area tersebut juga dilengkapi dengan area charging station, untuk memberikan edukasi bagaimana proses pengisian daya masing-masing kendaraan bekerja,” kata Rizwan dalam keterangan resmi, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Akhir Pekan Seru Menguji Kendaraan Listrik di GIIAS 2022

Posted on Agustus 13, 2022 by admin

Akhir pekan ini Anda mungkin ingin menikmati pengalaman liburan yang sedikit berbeda.

Anda dapat mengunjungi pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Di sini, Anda dapat melihat sekaligus mencoba berbagai kendaraan listrik di area khusus yang diberi nama EV Test Track di Hall 10.

Total terdapat 13 merek kendaraan listrik yang bisa langsung dicoba sebelum memutuskan untuk membelinya.

Meski terdapat beberapa di antaranya yang belum resmi diluncurkan dan hanya berupa kendaraan yang diperkenalkan, namun ini adalah momentum untuk merasakan dan membandingkan kendaraan yang tepat.

Beberapa model kendaraan listrik yang bisa dicoba antara lain Hundai Ioniq 5, Wuling Air EV, Kia EV6, atau sepeda motor merek baru Alva.

Anda tidak perlu bingung kalau ini adalah pengalaman pertama mengendarai kendaraan listrik, karena di lokasi sudah disediakan tenaga berpengalaman dari masing-masing APM yang akan menemani sekaligus memberikan penjelasan tentang kendaraan listrik.

Nah enaknya lagi, test drive di sini tak perlu khawatir kepanasan atau kehujanan.

Sebab, EV Test Track ini berada di dalam Hall 10, di dalam ruangan, yang pasti ada AC dan terlindung dari dari sinar matahari maupun saat hujan turun.

Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo, Rizwan Alamsjah, menjelaskan bahwa area EV Test Track didesain sedemikian rupa untuk menonjolkan kelebihan kendaraan bermotor berbasis baterai.

“Arena EV Test Track didesain dengan trek yang akan menyoroti kemampuan kendaraan listrik, agar para pengunjung mendapatkan pengalaman langsung berkendara dengan kendaraan listrik, area tersebut juga dilengkapi dengan area charging station, untuk memberikan edukasi bagaimana proses pengisian daya masing-masing kendaraan bekerja,” kata Rizwan dalam keterangan resmi, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Pos-pos Terbaru

  • Integrasi Infrastruktur Digital Asia Tenggara melalui Data Center Singapore
  • Solusi Efektif Lindungi Bangunan dari Kerusakan
  • Keuntungan Top Up Game Termurah
  • Tas Kulit Wanita Model Terbaru 2026, Nomor 3 Diprediksi Jadi Tren Besar!
  • Mengurangi Human Error dengan Oracle NetSuite

Kategori

  • Bisnis
  • Cantik
  • Finance
  • Gaya
  • Hp
  • Kamar Mandi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • pendidikan
  • Seleb
  • Tekno
  • Travel
  • Uncategorized

Laman

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Arsip

  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022

Waktunya Blog

Tulisan Indah Mobil Selera Sia Otomotif Mata Radar Denting Jemari Kutipan Wisata Simak Makna Digital Saya Kain Tekhnologi Lentera Opini Zona Nyaman Ambisiku Lawak Abis Mata Radar Wisata Tips Titik Cuan Milenial Dapur Artikel Lingkar Air Rempah Catatan Wisata Media Otak Opini Dapur Karya
© 2026 Waktu Pertama | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme